Selasa, 03 April 2012

DEMI MASA DEPAN

Setelah lulus dari SMA ( Sekolah Menengah Atas ), Reni tidak ada harapan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan lebih tinggi, karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung. Tidak tau apa yang harus dia lakukan setelah lulus sekolah. Hari-harinya hanya di gunakan membantu orang tuanya buruh harian cari uang buat biaya hidup sehari-hari.
Suatu hari, ada salah seorang teman SMAnya datang kerumah, temannya itu mengajak reni jualan di pasar. Reni bukan tidak mau ikut jualan di pasar tapi dia tidak tau apa yang dia jual, karena reni tidak punya apa-apa buat di jual, buat modal pun tidak ada, dapet harian syukur-syukur ada buat beli beras buat makan.
Hari demi hari, reni tidak pernah mengeluh dengan keadaan yang dia jalani bersama orang tuanya, tapi dia semakin bersemangat bagaimana caranya menghasilkan uang yang penting halal. Reni memang miskin tapi dia tidak sampai menjual harga dirinya buat hal-hal yang tidak berguna.
Setiap dapat buruh harian reni mulai belajar menyisihkan uang buat di tabung, meskipun yang tidak seberapa, tapi reni yakin lama-lama pasti bisa bertambah. Setelah bebreapa minggu dia menabung, reni mengambil uang tabungannya buat modal. Dia ingin berjualan seperti yang di bilang sama temannya. Awalnya reni pergi kepasar membeli sejenis snack, permen, kangkung, dan lain sebagainya.
Pulang dari pasar dia membuat pelecing, reni jual keliling di sekitar kampungnya setiap hari. Jualan reni hanya sejenis snack dan pelecing. Hari demi hari reni bisa membeli makanan yang lebih enak dari sebelumnya, orangtua bangga melihat anaknya yang begitu besar keinginan untuk membahagiakan orangtuanya. Selain itu tidak lupa reni juga menyisihkan uangnya karena punya keinginan buat melanjutkan pendidikannya dia tidak mau uang yang di perolehnya hanya di gunakan hal-hal yang kurang bermanfaat.
Setahun kemudian, reni sudah bisa membuka warung di depan rumahnya, meskipun warung kecil-kecilan, tapi sedikit tidaknya menghasilkan uang. Untuk jaga warung ibunya yang membatu, sedangkan reni tetap jualan keliling untuk menambah penghasilannya, supaya ibunya tidak kecapekan pergi buruh harian.
Setelah beberapa kemudian, tidak di sadari tabungan reni sudah lumayan banyak di bandingkan sebelumnya. Tahun ajaran baru sudah tiba, reni pun berniat pergi mendaptar kuliah. Harapan dan usaha reni selama ini tidak sia-sia, selain dia meringankan beban orangtua dia juga bisa duduk di bangku kuliah.
Meskipun sudah kulliah reni juga tidak sombong dengan keadaan, dia tetap rendah diri dan berusaha mencari biaya kuliah tanpa membebankan orangtuanya. Begitu besar keinginan untuk jadi orang sukses, reni rela melakukan hal-hal yang sangat melelahkan. Tapi dia tidak pernah menyerah, tetap semangat dan terus berjuang. Kalau memang punya keinginan buat suatu apapun pasti bisa tercapai, asalkan mau usaha sekuat tenaga. Miskin bukan berarti tidak bisa melnjutkan pendidikan lebih tinggi, yang penting ada kemauan dan usaha pasti bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar