Senin, 02 April 2012

LINA dan BURUNG AJAIP

Lina ke hutan sudah biasa sendiri mencar kayu bakar yang bayak karena buat masak di rumah. Rumah lina di lereng pegunungan dia tinggal bersama kakek nya saja. Kakek lina sudah tua, oleh karena itu dia harus rajin-rajin mencari kayu bakar buat masak. Lina ke hutan sudah biasa sendiri mencar kayu bakar yang bayak karena buat masak di rumah. Kehidupan lina sehari-hari sama kakeknya sangat kekurangan baik itu makanan maupun uang. Lina bisa mendapat uang ketika ada orang yang mencari dia saat di perlukan tenaganya jadi tukang cuci. Dari mencucui dia bisa dapat uang untuk beli beras meskipun tidak seberapa.
Suatu hari, ketika Lina pergi ke hutan membawa pisau dan memakai sandal jepit. Lina ke hutan sudah biasa sendiri mencar kayu bakar yang bayak karena buat masak di rumah. Selain buat masak, di jadikan lampu sebelum tidur karena di sana tidak ada listrik, memebeli minyak tanah pun tidak mampu. Ketika lina sedang asik mencari kayu, tiba-tiba ada burung yang membuang kotoran ke pundak lina. Lina langsung kaget koq burung itu membuang kotorannya pas di pundakku. Lina pun tidak memikirkan hal tersebut.
Lama kelamaan, tiba-tiba ada burung yang cerewet, seakan-akan burung itu menemani lina mencari kayu, kemana pun lina berjalan burung tersebut selelu ikut. Saat itu lina sedang istirrahat, “ burung aku perhatikan kamu dari tadi mengikuti saya terus, kamu ingin menemani saya ya, termia kasih ya sudah mau temanin aku, karena aku tidak punya teman satupun, setiap hari aku sendiri terus, keculai sama kakek saja”. Lina sambil tersenyum di campur kesediahn juga. Burung itu tetap diam di tempat saat lina duduk karena capek.
Saat lina pulang di pamitan sama burung tersebut,” burung aku pulang dulu ya, nanti kakek ku hawatir, kamu baik-baik ya di sini”, wajah yang polos. Burung itu tidak ingin membiarkan lina pergi senndiri, burung pun ikut pulang kerumah lina. Sampai di rumah, lina menaruh kayu di dpan rumahnya, tiba-tiba burung itu ada di atas rumahnya, karena lina tidak tau burung itu mengikutinya. Karena lina kasian melihat burung tersebut, dia membuat sarang buat burung sebagai tempat tidurnya.
Hari sudah malam, lina dan kakeknya tidur. Selama tidur lina bermimpi, burung tu berubah menjadi seorang putri yang cantik, lina kaget,” aahhhh kamu kan burung koq bisa jadi seperti manusia?, ya lina sebenarnya aku bukan burung, tapi aku seorang putri di kutuk oleh nenek sihir jadi burung karena dia iri dengan kekeayaan ku”. Jawab putri lemah lembut. Setelah bangun lina langsung melihat burung di sangkarnya, burung tersebut masih seperti semula. Lina merasa heran dengan mimpinya. Kemudian dia melnjutkan tidurnya.
Hari sudah pagi lina dan kakeknya bangun, tiba-tiba rumah sudah rapi, makanan sudah siap di makan, entah siapa yang melakukan semua ini. Kakek heran dengan semua ini begitu juga dengan lina. Lina termenung sejenak mengingat mimpinya semalam. Kemudia lina menceritakan mimpinya kepada kakeknya, dan kakeknya mengatakan mungkin ini suatu anugerah karena selama ini kita sudah bersabar dan berbuat baik kepada sesama. Burung itu di titip buat membantu kita dan kita perlu mensyukuri itu.
Lina dan kakeknya bisa hidup lebih baik dari sebelumnya. Yang biasanya jarang nakan nasi, kini dia bisa makan nasi setiap hari, kehidupan yang sederahana, berkat kesabaran dan kebaikan lina dan kakeknya, akhirnya mereka juga merasakan imbalannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar